Bahan Baku Nilam Aceh

POLA BUDIDAYA dan PROSES KETEKNIKAN DALAM MASA PANEN-PASCA PANEN.

Lokasi Tanam

Untuk pertumbuhan optimal, nilam memerlukan cahaya matahari yang cukup. Nilam yang ditanam pada areal terbuka dan tersinari matahari yang utuh akan  menghasilkan  PA lebih tinggi.

Nilam dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Akan tetapi, nilam yang ditanam pada dataran tinggi akan menghasilkan kandungan PA yang lebih tinggi, rendemen sedikit menurun, begitu juga sebaliknya.

 

Pembibitan

Tanaman nilam dapat diperbanyak dengan cara vegetatif melalui stek batang dan stek cabang. Stek yang dipilih untuk bibit harus berasal dari varietas unggul atau tanaman yang berproduksi tinggi, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.

 

Macam-macam Stek :

 

-      Stek Batang/Cabang

Batang/cabang dipotong (stek) sepanjang 20 cm, tanpa ada sisa daun di ujungnya. Bibit seperti ini resiko gagal tumbuh besar.

-      Stek Unggul

Batang/cabang dipotong sepanjang 20 cm, diujungnya ada sisa daun 3-4 helaian. Daun ini dapat merangsang pertumbuhan dan mengurangi resiko gagal tumbuh.

 

Pebersihan-Penyiangan

Setelah tanaman berumur 2 bulan atau saat tanaman mencapai ketinggian 20 – 30 cm, areal pertanaman perlu disiangi. Penyiangan ini berfungsi untuk membersihkan gulma pengganggu, sehingga tidak terjadi persaingan pengambilan hara tanaman dan sinar matahari. Penyiangan juga berfungsi untuk menghilangkan gulma sebagai sarang hama. Penyiangan selanjutnya dilakukan secara rutin, dengan selang waktu 2 – 3 bulan tergantung pertumbuhan gulma.

Gulma yang sudah disiangi sebaiknya jangan dibuang. Gulma tersebut dapat dijadikan mulsa yang dapat menjaga kelembaban tanah dan ketika sudah busuk dapat menjadi pupuk untuk tanaman nilam.

 

Hama Nilam

Hama merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan    produksi nilam, karena serangan hama selain menimbulkan gangguan pertumbuhan dan produksi juga dapat mengakibatkan rendahnya kualitas  produksi dan kematian tanaman.

 

Dampak yang sering ditimbulkan oleh hama pada tanaman nilam adalah budog dan layu. Jika sebagian nilam sudah terserang hama (budog. Layu), perlu penanganan sebelum menjalar ke seluruh kebun nilam. Hama Nilam (yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, serangga) sangat mudah menular dan belum ada program penanganan secara menyeluruh. Sebagai upaya mengurangi resiko “panen bermasalah”, disarankan agar menerapkan sistem kontrol yang ketat pada areal yang terserang, hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya peledakan populasi hama.

 

PANEN

UMUR NILAM: Pemanenan dilakukan pada umur 7-8 , panen selanjutnya 3 – 4 bulan setelah panen pertama.

 

 

WAKTU PANEN lebih baik dilakukan pada waktu  pagi atau sore hari agar kandungan minyak dalam daun tetap tinggi.

 

Bagian tanaman yang dipanen adalah seluruh bagian atas tanaman dengan perbandingan massa daun dan batang massa batang nilam  2 : 1

 

Pengeringan

Pengeringan dilakukan 1-2 hari dengan cara menjemur dibawah terik matahari langsung. Jika ingin lebih baik, pengeringan dengan terik matahari langsung cukup selama lima (5) jam, selebihnya diangin-anginkan (pengeringan dengan udara, tidak kena matahari langsung) selama tiga hari. Daun dijemur di atas tikar atau lantai semen untuk memperoleh sinar matahari selama 3 hari dari jam 10.00-14.00 sampai kandungan air dalam daun turun sekitar 15% sampai penyulingan akan dimulai.

  • Ø Pengeringan jangan dilakukan terlalu cepat, sebab mengakibatkan daun menjadi rapuh dan sulit disuling.

 

  • Ø Pengeringan jangan terlalu lambat, sebab mengakibatkan daun menjadi lembab dan mudah terserang jamur, sehingga rendemen , mutu dan aroma  minyak yang dihasilkan rendah.

 

PENGECILAN UKURAN

 

Perajangan dilakukan petani dengan asumsi bahwa minyak yang didapatkan akan lebih banyak.  Baannya dirajang dengan ukuran  3-4 cm, makin kecil fraksi rajangan maka hasil akan lebih banyak dan PA makin tinggi.

PENYIMPANAN DAN PENGANGKUTAN

Setelah nilam di panen, hendaknya jangan sampai terlantar dilapangan terbuka (hujan-panas), dapat menyebabkan daun nilam berjamur  dan lapuk. Pengangkutan bahan sebaiknya tidak merusak organoleptiknya. Jika pengangkutan menggunakan goni atau karung, jangan dibiarkan bahan terlalu lama berada dalam karung atau goni tersebut.

 

2 Tanggapan

  1. sangat bermamfaat bagi mereka yang butuh referensi tentang nilam……sukses selalu buat ud. knh :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.